Senin, 22 Oktober 2012

SEMUA ORANG PERNAH BERDOSA




Sesungguhnya allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyucikan diri (QS Al-Baqarah (2) :222


Kira-kira ada tidak manusia hidup tanpa dosa?? Jawabannya hamper bisa dipastikan, tidak ada kecuali nabi  yang di ma’shum (dijaga agar tidak berbuat dosa) oleh Allah SWT. Sekalipun tidak berbuat dosa, para nabi juga pernah melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang kemudian diingatkan oleh Allah untuk segera diperbaiki.
 Misalnya, saat Nabi SAW. Sedang menyampaikan islam kepada para pembesar Quraisy yang bertandang kerumahnya. Saat itu, datang seorang sahabat buta bernama ibnu Ummi Maktum. Rasul bermuka masam tanda ketidak senangannya karena Ibnu Ummi Maktum yang ingin berbicara, dirasa mengganggu percakapan beliau dengan pembesar Quraisy tersebut. Allah Swt, kemudian menegur nya. Teguran-nya itu di abadikan dalam surah ‘Abasa

                Rasulullah Saw juga bersabda, “Setiap anak adam itu pasti pernah berbuat dosa dan sebaik-baik nya orang yang berbuat dosa adalah orang-orang yang bertobat.” (HR Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Anas)

Kamu manusia juga kan? Kalau masih mengaku manusia, tidak salah lagi, pasti kamu pernah berbuat dosa. Dalam Ayat tadi pun, di jelaskan bahwa hamba yang dicintai Allah adalah hamba yang selalu bertobat atas kesalahan-kesalahannya dan hamba-hamba yang membersihkan diri. Siapakah mereka? Apakah mereka orang suci yang tidak pernah melakukan dosa? Apakah mereka orang-orang yang suci? Tentu saja bukan. Orang yang bertobat adalah orang yang pernah berbuat salah. Tidak ada kata “TOBAT” sebelum ada kata “SALAH”. Tobat, selalu akan beriringan dengan kesalahan. Begitu juga dengan kata “Membersihkan Diri”. Orang yang membersihkan diri sebelumnya pasti berbadan kotor. Kalau belum kotor, pasti tidak akan ada kata “Membersihkan Diri”.
Namun, tidak perlu berkecil hati. Sekalipun pernah melakukan salah, kamu bukan setan yang selamanya bakal salah dan karenanya, sudah “dikutuk” Allah untuk selamanya salah dan selalu akan mengajak manusia untuk mengikuti mereka. Itu artinya, dalam diri kamu selalu ada potensi untuk menjadi baik kembali. Kamu masih bisa memperbaiki kesalahan-kesalahanmu kapanpun kamu mau, selama nyawa belum meninggalkan ragamu. Dalam dirimu masih tersimpan potensi kebaikan, sebesar apa pun kesalahan yang pernah kamu lakukan. Apalagi kalau kesalahanmu tidak banyak. Pasti bakal lebih mudah untuk memperbaiiki diri.

Hidup itu indah jika kita bersyukur

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...