Sabtu, 20 April 2013

Hari Kartini

Waaahhh Hari ini kita Warga indonesia memperingati hari kartini ^_^


Hari Kartini. Demikian berlakunya tanggal 21 April sebagai Hari Kartini sejak adanya keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 tahun 1964 pada tanggal 2 Mei 1964. Keputusan yang dikeluarkan presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno tersebut, mengandung dua hal: Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Raden Ayu Kartini (R.A.Kartini) dan penetapan hari kelahiran R.A.Kartini, tanggal 21 April sebagai Hari Kartini.Raden Ayu Kartini, demikian nama lengkap Kartini, lahir di Jepara, Jawa Tengah Hindia Belanda pada tanggal 21 April 1879. Ayahnya, R.M. Sosroningrat adalah bupati Jepara masa pemerintahan Hindia Belanda, sedang ibu kandungnya M.A Ngasirah, seorang perempuan dari kalangan menengah. 
       Karena tergolong anak bangsawan, maka Kartini kecil diperkenankan untuk mengenyam pendidikan di bangku pendidikan. Hanya sayang, adat Jawa yang ketat kala itu hanya mengijinkan Kartini bersekolah hingga usia 12 tahun, tamat ELS – Europese Lagere School. Sakit dan bergolak sungguh hati Kartini kecil, kala ia hanya diperkenankan mendapatkan pendidikan sebatas usianya yang ke-12. Mungkinkah hatinya tenang dan damai kala ia yang punya cita-cita mulia untuk melanjutkan pendidikan di bangku pendidikan lanjutan demi memajukan kaum sebangsanya harus takluk di hadapan budaya pingit masyarakatnya?  
 Berbagai usaha dan daya juang yang dibuat Kartini, entah itu tindakan membaca surat kabar 
(De Locomotief, Leestremmel I dan De Holandsche Lelie- majalah wanita Belanda
dan buku-buku berbahasa Belanda (Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali; De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus; Karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata)), korespondensi dengan teman-teman di Eropa (terutama dengan temannya Rosa Abendanon) dan karya-karya tulis yang sempat dimuatnya di beberapa surat kabar Eropa, terkhusus Belanda, ia mengabadikan kegigihannya untuk memajukan kaum perempuan sebangsanya, dan tentu juga bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan. 
     Nah, bahawasannya pada zaman dahulu, para wanita tidak diboleh kan untuk melanjutkan pendidikan, mereka hanya layak untuk berkerja didapur saja, layak nya sebagai ibu rumah tangga.. derajat wanita pada saat itu sangat rendah.. padahal lelaki dengan perempuan kn sama saja.. huhuhu kenapa harus di bedakan.. nah, kerana itu ibu kita kartini lah yg mengankat derajat wanita itu menjadi lebih baik..  maka dari itu lah dia di sebut pahlawan. kerana dia, wanita di indonesia bisa mendapat kan pendidikan yang lebih baik lagi.. kerna beliau lah wanita bisa menjadi maju  ^_^
Selamat hari Kartini untuk seluruh perempuan di Indonesia. Jadilah dia yang tak pernah padam, selalu bersinar dengan kecerdasan yang kamu miliki.. Selamat Hari Kartini. :)

Hidup itu indah jika kita bersyukur

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...